Klaim Barat atas Penemuan Umat Islam

09201509270720049052Kongres17.jpg

Klaim Barat atas Penemuan Umat Islam   Tahukah kalian siapa penemu gravitasi ? atau pelopor penemuan dalam ilmu astronomi? Saya yakin pasti anda akan menjawab Isaac Newton sebagai penemu gravitasi dan Galileo Galile adalah pelopor ilmuwan astronomi.  Lantas pernahkah kalian tahu, adakah ilmuwan muslim yang menjadi pelopor dalam bidang ilmu pengetahuan dimuka bumi ini ? apakah umat muslim zaman dahulu tidak mempunyai daya intelektual yang cukup, untuk bisa menjadi seorang ilmuwan? Pernahkah anda mendengar nama Al-Kindi dan Ahmed Ibnu Sahl Al-Balkhi, Atau Al-Ghazali ? miris sekali jika mengetahui bahwa banyaknya penemuan-penemuan baik dibidang sains maupun teknologi yang sebenarnya di temukan oleh orang muslim dan bukan barat. jika memang demikian, lalu mengapa sekarang justru barat lah yang lebih diakui ? mereka ( barat ) telah membelokan, mengklaim serta menyembunyikan fakta sejarah yang sesungguhnya bahwa beberapa penemuan adalah ciptaan atau hasil dari pemikiran para ilmuwan muslim.

 

Barat pernah mengalami dark ages, yaitu abad kegelapan, sebuah istilah yang menerangkan terjadinya kedangkalan berpikir dan intelektual serta ilmu pengetahuan. terjadi saat pengaruh gereja lebih dominan dan sangat menguasai segalanya, baik pemerintahan maupun masyarakat. Dan hal ini juga terjadi 6 abad lamanya. Semua masyarakat barat dibuat bertekuk lutut pada pemerintahan gereja yang kaku, dan tidak mampu berbuat apa-apa sehingga para filsuf, ilmuwan, serta seniman barat tidak mampu berbuat banyak dan mengembangkan kretivitas mereka . Sementara itu disaat yang bersamaan islam justru mengalami masa ke’emasan yaitu pada tahun 650 tepatnya 2 abad setelah dimulainya masa kegelapan di barat. salah satu tempat yang menjadi sejarah lahirnya peradaban sains dan teknologi islam adalah Mesir, Baghdad, dan Andalusia. Atau yang lebih kita kenal sekarang dengan Spanyol. Banyak faktor yang menyebabkan kemajuan intelektual pada masa ke’emasan islam. Salah satunya adalah maraknya pembangunan perpustakaan yang dilakukan oleh al-ma’mun ar rasyid yang merupakan khalifah bani Abbasyiah. Beliau mempunyai program untuk membangun banyak perpustakaan di berbagai daerah, tidak hanya itu beliau pun mempunyai program menerjemahkan buku seperti tulisan-tulisan dari para filsuf Yunani Plato. Hal ini dilakukan guna mendukung buku-buku di setiap perpustakaan. Para penerjemah yang cukup populer salah satunya ialah : Hunain Ibnu Ishaq, Tsabit Bin Qurra, Qusta Bi Luqa dan lain sebaginya. Berikut ini akan saya beritahu apa-apa saja temuan sains islam beserta penemunya yang di klaim barat.

Pertama adalah teori bumi bundar. Sejarah menuliskan bahwa penemu teori ini adalah Nicholas Copernicus yaitu ilmuwan barat yang lahir di polandia. namun tahukah anda bahwa jauh sebelum ia lahir. Peta globe pertama sudah ada didunia. Tepatnya pada masa Khalifah Al-Ma’mun dan penemunya adalah Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi. Pada masa kekhalifaan yang sama, juga ditemukan konsep ukuran volume keliling bumi yang dirancang oleh banyak ilmuwan muslim, hasilnya  mencapai 24 ribu mil atau 38,6 ribu km. Hanya berselisihkan 3,6 Km dari penelitian di abad modern. Ilmuwan muslim lain yang Bernama Abu Raihan Al-Biruni juga melakukan penelitian hebat, dengan mengukur jari-jari bumi yang dipublikasikan pada abad 10 M menyatakan bahwa jari-jari bumi mencapai 6339,6 km hanya berselihsih 16,8 Km dari penelitian ilmuwan modern.

Kedua, barat mengkalim ilmu psikologi dengan dasar didirikannya laboraturium psikologi pertama di dunia oleh Wihlem Wundt yang ada di Leipzig German. Hal ini sudah diyakini seluruh umat manusia dan bahkan beberapa umat muslim sekalipun. Namun tahukah anda bahwa jauh sebelum barat mendeklarasikan ilmu psikologi pada dunia, umat islam justru lebih dahulu mengembangkan ilmu ini hanya saja namanya bukan psikologi melainkan ilmu Nafsiat yang di ambil dari bahasa arab yang artinya nafs = jiwa. Terbukti dengan adanya rumah sakit psikiatris pertama didunia pada masa kekhalifaan islam yang berada di Baghdad pada tahun 705. Contoh karya terbesar ilmuwan psikologi/nafsiat pada masa islam adalah terapi musik yang di temukan oleh AL-kindi. Tidak hanya itu psikolog muslim lainnya, Al-Balkhi adalah orang pertama yang mengkonsepkan perbedaan antara neuroses dan psychoses untuk mengklasifikasikan gangguan saraf. Lebih jauh lagi, ia menemukan metode terapi spiritual kognitif untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Ketiga, klaim barat terhadap berbagai ilmu sains yang di temukan umat muslim juga termasuk ilmu kedokteran. Barat mengkalim bahwa penemu metode operasi bedah ditemukan oleh dua dokter yang bernama James Sysme yang berasala dari Skotlandia, dan Joseph Lister asal Inggris. Kedua dokter itu telah dianggap sebagai dokter yang paling berjasa dalam metode beda. Padahal dokter terkemuka di Cordoba , Andalusia pada masa kekhalifaan Abdur Rahman II tahun 936 telah lebih dahulu menemukan metode bedah, beliau bernama Az Zahrawi. Berbagai macam alat bedah pun juga diciptakan dari tangannya sendiri, ia juga yang menemukan benang jahit untuk operasi. Luar biasa sekali para ilmuwan muslim zaman dahulu, merekalah yang sebenarnya patut untuk di catatkan namanya dalam sejarah dunia sains dan teknologi. Lantas mengapa nama-nama dan sejarah mereka bisa hilang, dan bagaimana barat bisa bangkit dari masa dark ages untuk bersinar dalam dunia sains, dengan klaim demi klaim yang mereka lakukan.

Ternyata masa ke’emasan islam mempunyai titik akhir yang menenggelamkan islam menjadi terpuruk, dan disaat itu pula barat mengalami masa ke’emasan atau yang lebih dikenal dengan renaisans.

Pertama, banyaknya konflik yang terjadi di dalam pemerintahan muslim di Andalusia membuat Negara ini menjadi rapuh hingga mudah ditaklukan barat ketika mereka diserang, hingga Andalusia pun jatuh ke tangan barat. disaat itu, terjadilah pembunuhan massal besar-besaran dalam sejarah peradaban dunia ini. Umat muslim dipaksa memeluk agama Kristen jika tidak merkea dibunuh dengan sadis. Baghdad juga mengalami hal yang sama, Baghdad kalah dalam pertempuran melawan mongol tidak hanya itu, mongol menghancurkan perpustakaan, buku-buku pengetahuan, alat-alat teknologi muslim, membunuh para ilmuwan, dan penemuan sains lainnya.

Kedua, banyak juga orang-orang barat yang belajar ilmu pengetahuan ke Negara-negara islam pada masa ke’emasannya. Akan tetapi ketika mereka kembali ke negara asalnya mereka mengklaim beberapa teori-teori dan ilmu penetahuan bahwa mereka lah yang menemukannya, mereka juga menerjemahkan banyak buku ilmuwan muslim dan mengganti dengan namanya lalu memalsukan fakta yang sebenarnya. Contohnya adalah simon stevin seoarng ahli matematika dari belanda. Ia belajar banyak dari ilmuwan muslim setelah perang salib, sayangnya ia mengkalim bahwa ia sebagai penemu sistem desimal pada matematika. Padahal beliau mempelajari itu dari ilmuwan muslim. Dan ia hanya melanjutkan teori yang sudah ada lalu, menyebarkannya dengan cara yang salah yaitu dengan mengklaim bahwa itu hasil dari jerih payahnya sendiri. Dan kenyataannya, penemu sistem bilangan desimal yang jelas Simon Stevin pelajari adalah Al-Kashi yang pada abad ke 15 menulis sebuah buku yang berjudul kunci kepada aritmatika. Itulah beberapa faktor penyebab runtuhnya masa ke’emasan ilmu pengetahuan umat muslim dan bangkitnya kaum intelektual barat.

penulis menerima kritik dan saran untuk berdiskusi

irfandisukses@gmail.com terima kasih dan salam sejahtera

Inspired?

Share cerita dan ide kamu di sini
Mulai menulis


Ada pertanyaan ? Hubungi kami di sini
info@inspirasi.co
or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?