free page hit counter

Ada Ancaman Demo 212, Dua Agenda Menteri Ryamizard Diundur

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menunda pertemuan trilateral dengan Menteri Pertahanan Malaysia dan Filipina yang hendak membahas pengamanan perairan ketiga negara. Penundaan ini berkaitan dengan isu yang lebih penting yakni ancaman demo besar 2 Desember yang berpotensi makar. 

"Situasi lagi begini (panas), masa saya pergi-pergi terus. Setelah enggak ada demo besar-besaran baru saya pergi," kata Ryamizard saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 23 November 2016.

Dua anak buah kapal asal Indonesia diculik oleh kelompok bersenjata pada hari Sabtu lalu di perairan Malaysia. Penculikan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, di perairan dekat Kota Lahat Datu, Sabah Timur, Malaysia.

Penculikan tersebut bukan yang pertama pada bulan ini. Dua pekan lalu, penculikan serupa terjadi di mana dua anak buah kapal juga diculik oleh pasukan bersenjata.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sempat mengatakan Ryamizard akan menggelar pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina untuk merespon kasus di Sabah tersebut. Rencananya, pembahasan mengenai strategi pengamanan lebih lanjut agar penculikan tak terulang.

Ryamizard melanjutkan, strategi pengamanan yang akan dibahas ketika pertemuan itu lebih ke pengamanan di dekat Tawau, Filipina Selatan ke Sabah, Malaysia. Perairan itu, kata Ryamizard, dekat perumahan kumuh yang mencurigakan.

"Kalau ada teroris, ya serbu saja," dia menegaskan.

Ditanyai apakah akan membahas strategi agar memastikan kapal tak lagi lewat daerah berbahaya, Ryamizard mengatakan tidak. "Nyusahin orang saja," kata dia menyudahi wawancara.

ISTMAN MP

Bagi artikel ini


Ada pertanyaan ? Hubungi kami di sini
info@inspirasi.co