free page hit counter

Memotret Indonesia tanpa Diskriminasi

Denny JASetiap 28 Oktober, Yayasan Abad Demokrasi menggalakkan gerakan antidiskriminasi dengan berbagai pementasan seni dan lomba, termasuk lomba foto esai. Proses pengiriman fotonya sendiri, akan berakhir 15 September dan diseleksi oleh juri yang diketuai fotografer senior, Arbain Rambei. Hasil terbaik dari lomba foto ini, akan dipamerkan di Teater Jakarta, 25-28 Oktober 2012. Momennya, bersamaan dengan pementasan Sapu Tangan Fang Yin oleh Teater Mandiri, Putu Wijaya.

Tema lombanya Indonesia Tanpa Diskriminasi, berangkat dari fakta bahwa beberapa tahun terakhir, banyak terjadi kekerasan terhadap orang atau kelompok, yang dianggap berbeda dari kelompok tertentu. Baik perbedaan dari sisi agama, aliran, atau perbedaan cara memahami agama, dan mengangap etnik tertentu lebih tinggi dari yang lain. 

Lomba foto itu akan terdiri dalam dua katagori, foto esai dan tunggal. Dalam ajang ini, para peserta lomba dipersilahkan menafsirkan sendiri tema itu ke dalam karya foto secara bebas. 

"Esai foto harus dikemas menarik, dan mengunakan akurasi teknis fotografi beragam, agar tampilannya tidak membosankan dalam penyajian. Dari hasil foto tersebut, diharapkan peserta dapat menterjemahkan cerita dalam gambar," jelas Arbain, dalam jumpa pers, di 24HCL (Ping Cafe), Thamrin City, Jakarta, Kamis (2/8).

Disamping lomba foto, Abad Demokrasi juga menyelengarakan lomba menulis puisi esai dan melukis. Dan penguguman lomba telah disebarkan melalui puisi-esai.com. Ima/R-1


Bagi artikel ini


Ada pertanyaan ? Hubungi kami di sini
info@inspirasi.co