free page hit counter

Meningkatnya Populasi yang Tidak Nyaman Dengan Keberagaman

Sikap intoleransi terhadap perbedaan identitas oleh publik Indonesia makin mengkhawatirkan. Sebanyak 15 – 80 % publik Indonesia merasa tidak nyaman jika hidup berdampingan atau bertetangga dengan orang yang berbeda identitas.  Ada tiga jenis tetangga yaitu Syiah, Ahmadiyah, dan Homoseks yang mendapatkan prosentase penolakan yang tinggi oleh publik Indonesia.

Sebesar 41,8 % publik Indonesia merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang Syiah. Sebesar 46,6 % publik Indonesia merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang Ahmadiyah. Dan sebesar 80,6 % publik Indonesia yang tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang yang memiliki hubungan sesama jenis (Homoseks). Sedangkan mereka yang mengaku tidak nyaman hidup berdampingan dengan tetangga yang berbeda agama sebesar 15,1 %. Artinya bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam lebih menerima hidup bertetangga dengan orang yang beda agama daripada hidup bertetangga dengan orang Islam yang berbeda paham agama seperti Syiah dan Ahmadiyah.

Demikian salah satu kesimpulan survei terbaru yang dilaksanakan oleh Yayasan Denny JA dan LSI Community. Survei ini adalah survei nasional di semua propinsi di Indonesia dengan menggunakan metode sistem pengacakan bertingkat (multistage random sampling). Jumlah responden survei ini adalah 1200 , dan margin of error sebesar plus minus 2.9 %.  Survei dilaksanakan pada tanggal 1-8 Oktober 2012. Untuk mendalami substansi dan analisis,  kami  juga melakukan Focus Group Disscusion (FGD)  dan in-depth interview.

 

Download PDF Publikasi Survei di sini.


Bagi artikel ini


Ada pertanyaan ? Hubungi kami di sini
info@inspirasi.co