free page hit counter

Kampanye Negatif dan Prediksi Hasil Pileg 2014.

Menjelang Pemilu 2014, gelombang kampanye negatif terhadap partai politik terutama partai-partai besar makin tak terbendung. Mayoritas publik yaitu sebesar 85.3 % yakin bahwa kampanye negatif di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lebih sering dan keras dibandingkan Pemilu 2009. Sebanyak 6.5 % menyatakan intensitas kampanye negatif  sama saja antara Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Dan sebanyak 3.3 % menyatakan tak yakin kampanye negatif Pemilu 2014 lebih banyak dibanding Pemilu 2009.

Kampanye negatif adalah kampanye yang berisikan pesan-pesan negatif terhadap lawan (kompetitor) yang berdasarkan fakta yang jujur dan relevan. Kampanye negatif biasanya terkait dengan kemampuan dan ketidakmampuan, pengalaman dan kurang pengalaman para kandidat di dalam pemerintahan, penanganan masalah ekonomi dan lain-lain, track record, pengalaman memimpin, masalah pribadi kandidat,  skandal masa lalu yang memang terjadi dan sebagainya.

Kampanye negatif berbeda dengan kampanye hitam (black campaign). Kampanye hitam adalah pesan negatif terhadap kandidat yang tidak didasarkan pada fakta, tidak ada sumber data yang bisa dipertanggung jawabkan.

Survei menunjukan bahwa sebanyak 64.2 % publik menyatakan kampanye negatif  penting bagi mereka sebagai pembelajaran politik untuk mengetahui kekurangan dari kandidat atau partai politik. Sedangkan sebanyak 20.5 % publik menyatakan tidak setuju atau tidak penting kampanye negatif tersebut. Dan sebanyak 12.5 % menyatakan sikap netral.

Demikian salah satu temuan terbaru survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). LSI kembali mengadakan survei tentang peluang dan dinamika dukungan partai politik menjelang Pileg 2014. Survei ini dilakukan pada tanggal 22 – 26 Maret 2014. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dengan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI dari dana public interest yang telah dialokasi setiap tahunnya.


Bagi artikel ini


Ada pertanyaan ? Hubungi kami di sini
info@inspirasi.co